Pages

Rabu, 04 Juni 2008

Tentang Diabetes

Jika pada tahun 1985, diperkirakan 30 juta orang menderita diabetes di seluruh dunia, maka dalam jagka waktu 20 tahun jumlahnya telah meningkat lebih dari tujuh kali lipat, yaitu 245 juta. Bila tidak ada upaya untuk menghambat perkembangan epidemi ini, dalam kurun waktu 20 tahun mendatang jumlah penderita diabetes diperkirakan dapat mencapai 380 juta.

Apa sebenarnya Diabetes itu? Diabetes Mellitus merupakan suatu kelainan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. sebagian besar makanan yang kita makan diubah menjadi suatu bentuk gula yang disebut Glukosa. Glukosa akan digunakan sebagai sumber energi untuk memberikan tenaga bagi otot dan jaringan tubuh kita lainnya. Tubuh kita mentransportasikan glukosa dalam tubuh kita dan untuk dapat digunakan oleh otot dan jaringan tubuh lainnya, kita memerlukan hormon yang disebut insulin. Tanpanya, tubuh kita tidak dapat memanfaat energi dari makanan yang kita makan.

Insulin dihasilkan dalam sebuah kelenjar besar di belakang lambung yang disebut pankreas. Produksi insulin dilakukan oleh sel yang disebut sel-sel beta. Ketika seseorang mengalami diabetes, dia mengalami keadaan di mana pankreasnya tidak menghasilkan insulin yang diperlukan atau, tubuhnya tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Sebagai akibatnya , orang dengan diabetes tidak dapat menggunakan cukup glukosa dari yang terkandung dalam makanannya. Hal ini akan menyebabkan tingginya kadar glukosause dalam darah meningkat. Peningkatan kadar glukosa ini disebut dengan istilah Hiperglikemia. Keadaan ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Saat ini belum ada penyembuhan untuk diabetes dan diperkirakan biaya penanganan komplikasi diabetes berkisar antara 5% - 10% dari total pembelanjaan biaya kesehatan di dunia. Akibat yang dialami penderitadiabets cukup menyedihkan, diantaranya:

  • Diabetes adalah penyebab utama hilangnya sebagian penglihatan dan kebutaan pada orang dewasa di negara maju.
  • Diabetes merupakan penyebab terbesar amputasi tungkai yang bukan akibat kecelakaan.
  • Orang dengan diabetes lebih mungkin mengalami serangan jantung atau stroke.
  • Orang dengan diabetes lebih beresiko mengalami gangguan ginjal.


Jenis-jenis Diabetes

Type 1 diabetes. Disebabkan oleh reaksi autoimun dimana sel pertahanan tubuh menyerang sel-sel yang menghasilkan insulin. Alasannya belum sepenuhnya dapat dijelaskan. Mereka orang dengan type 1 diabetes hanya menghasilkan insulin dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Sekalipun tipe ini bisa diderita pada usia berapapun, namun umumnya terjadi pada anak-anak atau dewasa muda. Penderita diabetes tipe ini memerlukan injeksi insulin tiap harinya untuk mengendalikan kadar gula darah , dan tanpa insulin, mereka sangat sulit bertahan hidup

Type 2 diabetes. Orang dengan type 2 diabetes biasanya tidak memerlukan injeksi insulin dan umumnya mereka dapat mengendalikan kadar gula darah mereka dengan menjaga diet, berolahraga secara teratur, minum obat-obatan, walaupun tetap dimungkinkan menggunakan insulin pada keadaan tertentu.

Type 2 diabetes lazim didapatkan pada orang berusia lebih dari 45 tahun yang berat badannya berlebih. Meskipun demikian, sebagai konsekuensi meningkatnya obesitas di antara anak muda, saat ini menjadi semakin umum terjadi pada anak dan dewasa muda. Type 2 diabetes merupakan tipe diabetes yang paling umum dengan angka sekitar 90-95% dari seluruh penderita diabetes. Jika orang dengan type 2 diabetes ini tidak didiagnosis dan diterapi, mereka dapat mengalami komplikasi serius, yang dapat berakibat pada kematian dini. Di seluruh dunia, jutaan orang mengalami diabetes type 2 tanpa menyadarinya. Lainnya tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai. Terjadinya tipe ini juga dikaitkan dengan faktor genetik tetapi adanya obesitas, aktivitas fisik yang rendah, serta diet yang tidak sehat meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.

Beberapa perempuan mungkin mengalami tipe diabetes ketiga, yang biasanya sementara, yang disebut gestational diabetes saat mereka hamil. Gestational diabetes terjadi pada kurang lebih 2-5% kehamilan namun biasanya menghilang ketika kehamilan berakhir. Mereka yang pernah mengalami gestational diabetes memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami diabetes type 2 nantinya.

Penanganan Diabetes

Saat ini, belum ada penyembuhan terhadap diabetes, namun terdapat terapi yang efektif untuk mengendalikannya. Pengendalian diabetes yang baik adalah dengan menjaga kadar gula darah senormal mungkin. Ini dapat dilakukan dengan kombinasi dari beberapa cara berikut:

  • Pengendalian diet
  • Aktivitas Fisik / olah raga
  • Obat-obatan (insulin maupun obat minum)


Kajian besar yang telah dilakukan di Amerika Serikat oleh the National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (DCCT) terhadap type 1 dan di Inggris oleh Diabetes Trial Unit at Oxford University (UKPDS) terhadap type 2 telah memperlihatkan bahwa pengendalian yang efektif terhadap kadar glukosa darah dengan mengupayakan kadar glukosa darah senormal mungkin ternyata bermanfaat dalam mencegah dan menunda perkembangan komplikasi dari diabetes. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian gula darah dan tekanan darah yang baik menghasilkan penurunan yang besar dari perkembangan komplikasi:

  • Hingga 76% penurunan resiko terjadinya masalah mata.
  • Hingga 50% penurunan resiko terjadinya gangguan ginjal.
  • Hingga 60% penurunan resiko terjadinya gangguan saraf.
  • Lebih dari 33% penurunan terjadinya stroke.
  • Hingga 33% penuruanan kematian akibat komplikasi jangka panjang.


Pencegahan Diabetes

Pencegahan Diabetes dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu:

  • Pencegahan Primer
    Dengan jalan mengidentifikasi dan menjaga mereka yang memiliki faktor risiko agar tidak berkembang menjadi diabetes. Sementara ini belum ada bukti yang konklusif bahwa type 1 bisa dicegah, namun demikian pada type 2 pencegahan primer memiliki potensi untuk dilakukan. Perubahan gaya hidup yang ditujukan untuk mengendalikan berat badan dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan tujuan penting dalam pencegahan diabetes type 2.

  • Pencegahan Sekunder
    Termasuk di dalamnya deteksi dini dan pencegahan komplikasi, sehingga menurunkan kebutuhan untuk melakukan terapi.

    karena negara berkembang dikhawatirkan akan mengalami dampak yang besar dari meningkatnya epidemi diabetes ini di masa mendatang, pencegahan diabetes sangat mendesak untuk dilakukan. Di kebanyakan negara berkembang, kebijakan kesehatan dan pelayanan perlu memberikan penekanan yang lebih pada penyakit-penyakit bukan menular seperti halnya diabetes, akan tetapi pada banyak dari negara-negara tersebut para pengambil kebijakan kurang memiliki kesadaran akan diabetes dan belum terdapat kemauan politik yang cukup untuk berinvestasi dalam upaya pencegahan ini.

koalisi.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar