Pages

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Dokter Bedah Termuda Di Dunia

Akrit Jaswal, gambar Akrit JaswalWawancara dokter bedah termuda di dunia Akrit Jaswal oleh presenter ternama Amerika Serikat Oprah Winfrey tiga tahun lalu "Saya ingin selalu membantu sesama manusia dan menjalankan sumpah seorang dokter. Saya ingin menjadi dokter yang baik karena saat ini banyak dokter yang sudah melenceng dari profesionalitasnya."

Akrit sangat ingin menjadi seorang dokter yang bisa menyelamatkan banyak orang dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Sepuluh tahun lalu di India dikejutkan oleh kepintaran seorang anak berusia tujuh tahun yang sukses membedah manusia. Anak itu bernama Akrit. Ia melakukan operasi pembedahan untuk memisahkan jari-jari yang terbakar dan menyatu seorang anak perempuan berusia sembilan tahun. Dan, operasi itu berjalan sukses.

Arkit mengatakan "Pada saat itu, ada seorang gadis kecil yang berasal dari keluarga kurang beruntung datang ke rumah saya. Keluarga gadis itu meminta saya membedah jari-jari tangannya yang sudah menyatu. Awalnya, ibu saya ragu. Namun, saya mencobanya dan itu berhasil. Niat saya bukan ingin memecahkan rekor tetapi membantu sesama,".

Dalam membedah itu Hasil operasi Akrit diakui para dokter bedah India. Mereka pun mengaku tidak menyangka ada anak berusia tujuh tahun yang bisa mengoperasi manusia dengan sangat rapi dan baik. Akrit memang melakukan pembedahan di bawah pengawasan seorang dokter bedah yang berasal dari desanya. Kesuksesan operasi itu membuat Akrit terkenal ke seluruh penjuru Desa Himachal, Pradesh, India. Warga berbondong-bondong meminta resep dokter dan pengobatan. Dan, semua pasien Akrit merasa puas dengan penanganan dokter cilik itu.

Menurut mereka, cara penyembuhan Akrit lebih baik ketimbang dokter yang ada di wilayah itu. Meski Akrit dikenal sangat cerdas dan luar biasa, bocah ajaib itu tidak diakui kepintarannya oleh pemerintah India. Ayahnya pun berjuang keras selama enam tahun agar ide-ide mengenai dunia medis yang dilontarkan sang putra pada setiap kesempatan tidak dibajak orang lain. Lalu, bagaimana bisa Akrit melakukan operasi pembedahan saat usianya masih tujuh tahun?

Mengejutkan lagi ternyata, Akrit seorang anak indigo dengan tingkat kecerdasan 146 saat masih berusia tujuh tahun. Ia belajar membedah secara otodidak dengan melihat cara kerja seorang dokter bedah di sebuah rumah sakit. Menurut ibunya Raksha Kumari Jaswal, kejeniusan Akrit sudah terlihat sejak ia masih balita. Tidak seperti kebanyakan bayi pada umumnya, remaja kelahiran 23 April 1993 itu sudah dapat berbicara pada usia 10 bulan.

Ajaibnya, dia mampu membaca dan mengerti buku karangan Williams Shakespeare saat masih berusia lima tahun. Ide Mengobati Kanker Saat berusia lima tahun, Akrit juga membuat dunia kedokteran di wilayahnya tercengang dengan ide-idenya mengobati penyakit kanker, yaitu dengan terapi gen. Ia pun diperbolehkan hilir-mudik di rumah sakit tempat orangtuanya bekerja sebagai dokter. Akrit masuk ke sekolah dasar pada umur lima tahun, dan setahun kemudian dia mengajar Matematika dan Bahasa Inggris di sekolahnya. Ia pun belajar tentang anatomi tubuh manusia lewat buku-buku seperti Gray’s Anatomy. Selain itu, dia juga mempelajari buku pelajaran bedah, anestesi, fisiologi, kanker, dan lain-lain.

Arkit Berkata "Saya membaca buku-buku itu setiap hari sejak berusia enam tahun. Saya membiasakan diri membaca buku-buku tersebut selama satu jam sehari,". Ajaibnya, Akrit bisa menyelesaikan sekolah dasar hingga tingkat atas hanya dalam usia enam tahun. Saat berumur 12 tahun, ia mengambil gelar sarjana muda di jurusan Botani, Kimia, dan Zoologi di Universitas Punjab saat berusia 12 tahun.

Arkit pun mendapat undangan dari Imperial College di London untuk memberikan ceramah mengenai penanganan penyakit kanker. Akrit mengatakan ia memiliki jutaan ide medis, khususnya tentang pengembangan obat kanker. “Saya telah mengembangkan konsep yang disebut terapi gen lisan berdasarkan penelitian dan teori-teori saya. Saya cukup berdedikasi terhadap bekerja pada mekanisme ini. Sebenarnya, kanker bisa sembuh dengan cepat melalui terapi gen yang benar,” katanya.

Dedikasinya akan penyakit mematikan ini dibuktikannya dengan menjadi tim dokter peneliti obat kanker di Imperial College. Akrit mengatakan, ia ingin membantu pasien kanker yang kurang mampu yang ada di India dan di dunia. Menurutnya, ada banyak pasien kanker yang tidak mendapat penanganan layak karena tidak mampu membayar pengobatan.

“Saya sudah pergi ke rumah sakit sejak usia 6 tahun dan telah melihat langsung orang yang menderita sakit kanker. Saya merasa sangat sedih, dan jadi itu motif utama mengapa saya menyukai tentang obat-obatan, terutama keinginan menyembuhkan obat utama kanker,” katanya. Kini, Akrit menorehkan namanya di jajaran ilmuwan muda berbakat dunia. Meski banyak dokter dan ilmuwan Eropa yang masih meragukan kejeniusannya, ia berusaha membuktikan diri dengan program penelitian obat kanker yang kini tengah digelutinya.

Akrit kini juga menulis di sejumlah jurnal kesehatan dan kedokteran di India. Tulisan dan nasihat kesehatannya sangat diyakini banyak orang di negeri yang dialiri Sungai Gangga itu. Banyak orang mengaku nasihat kesehatan Akrit sangat mujarab. Ia pun dinilai sebagai seorang reinkarnasi seorang dokter hebat dari masa lalu.

Rabu, 19 Januari 2011

Kemenkes Selidiki Wabah Legionella di Bali

bakteri legionella, legionella, gambar bakteri legionellaKementerian Kesehatan akan terus menyelidiki dugaan adanya wabah legionella di pulau dewata (bali), setelah ada laporan beberapa turis Australia yang terkena serangan bakteri tersebut. Bakteri tersebut menyerang saluran pernapasan hingga menimbulkan gejala-gejala seperti radang paru-paru (pneumonia).

Tjandra Yoga yang disaat kesempatan itu didampingi oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menambahkan, selama melakukan penyelidikan atas kemungkinan terjadinya wabah legionella di Bali, Dinas Kesehatan setempat telah melakukan disinfektanisasi terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penularan. "Ada dua daerah yang dilakukan disinfektanisasi," ujar Tjandra.

Tjandra mengungkapkan, pihak Kementerian Kesehatan Australia juga telah menghubungi pihak indonesia mengenai kemungkinan adanya wabah di Australia lewat jaringan IHR yang diikuti oleh kedua negara. Adanya jaringan tersebut memang mewajibkan suatu negara untuk melaporkan adanya dugaan kasus wabah agar dapat ditangani dan untuk antisipasi penularan selanjutnya.

"Negara Indonesia sejak 2007 telah mengimplementasikan dokumen IHR, sehingga kasus legionella dengan cepat kita informasikan dan segera mengambil tindakan pencegahan agar tidak menimbulkan wabah di masing-masing negara," ujar Tjandra.

Sementara itu, sepuluh orang turis asal Australia telah dipulangkan karena terjangkit penyakit legionella yang merupakan suatu penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri legionella dan menyerang saluran napas di paru-paru.

"Saya dengar, legionella juga menimbulkan outbreak di kampung halaman turis tersebut. Bahkan sudah ada tiga orang yang dinyatakan positif mengidap legionella," tutur Chandra Yoga.

Dijelaskan, legionella merupakan bakteri yang menyerang saluran pernapasan sehingga menimbulkan gejala semacam radang paru-paru. Bakteri itu bisa hidup di dalam air selama beberapa bulan dan sering terdapat dalam cairan sistem pendingin ruangan.

Dari beberapa penelitian, angka kematian akibat penyakit tersebut sekitar 15 persen. Selain menimbulkan peradangan, legionella juga menyerang ginjal, saluran pencernaan, dan sistem saraf.

"Keluhan penderita biasanya batuk yang cukup hebat, tetapi tidak banyak dahak disertai demam yang cukup tinggi.

Selain itu, penderita kelihatan lemah, mengeluh pegal-pegal, sakit perut, mual dan mungkin diare. Pada penderita bisa juga ditemukan penumpukan cairan di selaput paru-parunya," tuturnya.

Lewat foto rontgen dada, menurut Tjandra, akan tampak gambaran seperti pneumonia pada umumnya. Begitu juga pada pemeriksaan dokter. Pada pemeriksaan darah akan ditemukan berbagai kelainan seperti peningkatan jumlah sel darah putih berkisar 10.000-20.000.

Penyebaran bakteri legionella bisa berlangsung sporadis. Jika ditemukan berbagai keluhan seperti yang telah dibahas pada suatu ruangan ber-AC, dianjurkan segera menghubungi dokter karena pengobatan harus dilakukan sedini mungkin. Apabila penyakit dibiarkan berkelanjutan, akan terjadi keterlambatan dalam penanganan yang mungkin bisa berakibat fatal