Pages

Tampilkan postingan dengan label sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayuran. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Manfaat Rumput Laut

rumput laut, tanaman rumput laut, manfaat rumput lautRumput laut adalah sejenis rerumputan yang tumbuh di laut dan sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan, Rumput laut ini sangat kaya dengan kandungan - kandungan vitamin dan senyawa lainnya.

Seperti umumnya pada alga jenis lain, morfologi rumput laut jenis Glacilaria disebut thallus (jamak: thalli), yaitu tidak memiliki perbedaan nyata antara akar, batang dan daunnya. Perkembangbiakannya dilakukan dengan 2 cara yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta tidak kawin melalui vegetatif, konjugatif dan penyebaran spora yang terdapat pada kantong spora (carporspora, cystocarp).

Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi 4 kelas (othmer, 1986 ; Anomin, 1977) yaitu : Rhodophyceae (ganggang merah), Phaeophyceae (ganggang cokelat), Chlorophyceae (ganggang hijau), Cyanophyceae (ganggang biru hijau). Beberapa jenis rumput yang bernilai ekonomi sejak dulu sudah diperdagangkan yaitu Eucheuma sp., Hynea sp., Gracillaria sp., dan Gelidium sp., dari kelas Rhodophyceae serta Sargassum sp., dari kelas Phaeophyceae.

Manfaat Rumput Laut

Manfaat rumput laut berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis telah dimanfaatkan sebagai makanan. Diwilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pulau Seram, Bali, Lombok, Kepulauan Riau dan Pulau Seribu diketahui 18 jenis dimanfaatkan sebagai makanan dan 56 jenis sebagai makanan dan obat tradisional oleh masyarakat pesisir.

Dari hasil studi tercatat sebanyak 61 jenis dari 27 rumput laut di Kepulauan Riau, Pantai Lampung, Pulau Jawa, Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan beberapa di Kepulauan Maluku sudah terbiasa dijadikan makanan. Jumlah tersebut didominasi oleh 38 jenis dari 17 ganggang merah, 15 jenis dari 5 ganggang hijau dan 8 jenis dari 5 ganggang cokelat. Dari 21 jenis telah dimanfaatkan sebagai obat.

Indonesia dikenal negara yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Sebagai negara dengan luas wilayah laut lebih dari 70 %, salah satu kekayaan alam yang bisa kita manfaatkan adalah sumber hayati. Selain ikan, alternatif hasil laut yang bisa diolah adalah rumput laut.

Rumput laut termasuk dalam anggota alga (tumbuhan memiliki klorofil atau zat hijau daun). Tumbuhan yang hidup diperairan dangkal dan menempel pada karang yang mati ini dibagi kedalam 4 kelas besar, yaitu Rhodophyceae (alga merah), Phaeophyceae (alga cokelat), Chlorophyceae (alga hijau), dan Cyanophyceae (alga biru hijau).

Rumput laut banyak digunakan sebagai bahan baku industri. Contohnya yaitu alga cokelat, yang digunakan untuk bahan baku es krim, pengolahan tekstil, pabrik farmasi, semir sepatu, dan pabrik cat. Alga merah untuk bahan baku industri makanan, farmasi, penyamakan kulit, dan pembuatan bir.

Selain itu, rumput laut dapat juga digunakan sebagai bahan untuk pupuk tanaman, campuran makanan ternak, dan juga bahan baku kosmetika.

Rumput laut diketahui kaya akan nutrisi esensial, seperti enzim, asam nukleat, asam amino, mineral, trace elements, dan vitamin A,B,C,D,E dan K. Karena kandungan gizinya yang tinggi, rumput laut mampu meningkatkan sistem kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf. Selain itu, rumput laut juga bisa meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki sistem kerja jantung dan peredaran darah, serta sistem pencernaan.

Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.

Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut mungkin berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di negara tersebut. Mungkin hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik. Selain itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini.

Semua rumut laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases. Konsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya.

Pemanfaatan Rumput Laut Secara Umum adalah :
  • Makanan dan susu (Ice cream, yoghurt, waper krim, cokelat susu, pudding instant)
  • Minuman (Minuman ringan, jus buah, bir)
  • Roti
  • Permen
  • Daging ikan dalam kaleng
  • Saus, salad dressing, kecap
  • Makanan diet (Jelly, jam, sirup, puding)
  • Makanan bayi
  • Non pangan (Makanan hewan, makanan ikan, cat, keramik, tekstil, kertas)
  • Farmasi dan koxsmetik (Pasta gigi, shampoo, obat tablet, bahan cetak gigi, obat salep)

Senin, 18 Agustus 2008

Manfaat Bawang Merah

Bawang memang kerap dijauhi sebagian orang karena dianggap memicu bau tak sedap. Tapi orang-orang “tua” justru menganggap bawang merah mampu mengobati banyak penyakit. Jika anak kecil demam misalnya, orang di desa lebih mempercayakan terapi pengobatan dengan kompres gerusan bawang merah.
Bisa jadi memang langkah itu tepat, sebab secara klinis bawang merah mengandung sejumlah senyawa yang mampu mengobati beberapa penyakit. Bernama Latin Allium cepa var. aggregatum, bawang merah merupakan sejenis tanaman semusim, memiliki umbi yang berlapis , berakar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga.
Umbi bawang merah terbentuk daripada pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsinya, membesar dan akhirnya membentuk umbi berlapis.
Bawang merah mengandungi Vitamin C, Potassium, serat dan Asid Folic. Ia juga mengandungi kalsium, zat besi dan tinggi di dalam protein. Ada dua komponen lain yang tidak kalah penting, sulfur dan flavonoid. Flavonoid dipercayai mengurangkan risiko kanker, penyakit jantung dan kencing. Ini disebabkan flavonoid memang memiliki unsur antikanker, antibakteri, antiviral, antialergi.
Dari penyelidikan terkini, bawang merah juga cukup efektif memerangi sel kanker hati. Umbi yang nyaris tak pernah absen sebagai bumbu masakan ini mengandung phenolic lebih banyak dibandingkan bawang putih.
Maka itu, bawang merah dapat membantu proses detiksifikasi. Bawang mampu mengeluarkan antikoagulan yang membantu pencairan darah. Ia juga membantu fungsi otak sehingga mengurangkan risiko penyakit Alzheimer's. Memakan bawang merah setiap hari dapat membantu tumbuhan jaringan tulang dan mengurangkan risiko osteoporosis hingga 20 persen.
Tanaman bawang merah diduga berasal dari Asia, terutama Palestina, India, Utara Pakistan dan daerah pengunungan Iran dan juga berkembang ke Mesir dan Turki.
Dari berbagai penelusuran dalam literatur, menunjukan bahwa zaman I dan II Dynasti (3200 - 2700 sebelum masehi) bangsa Mesir sering melukiskan bawang merah pada patung dan tugu-tugu mereka. Di Israel, tanaman bawang merah dikenal pada tahun 1500 SM.
Hingga sekarang, hampir di seluruh negara di dunia ini mengenal bawang merah. Negara-negara yang menjadi produsennya antara lain; Jepang, USA, Rumania, Italia, Iran, Meksiko, Vietnam, China, dan Filipina.