Pages

Rabu, 20 Juli 2011

Pembersihan Plak dan Karang Gigi

Plak adalah lapisan lunak dan lengket di gigi yang terdiri dari protein dan bakteri (biofilm). Plak terdiri dari 70% bakteri yang berasal dari air liur. Plak terbentuk segera setelah Anda selesai menyikat gigi. Dalam waktu 48 jam setelah pembentukannya, plak mulai mengeras oleh kalsium, fosfor, dan mineral lainnya dari air liur, menjadi karang gigi.
Karang gigi sendiri tidak berbahaya, tetapi memiliki permukaan yang sangat kasar di mana bakteri dapat dengan mudah melekat di permukaannya. Permukaan kasar ini menjadi tempat koloni bakteri yang menyebabkan berbagai masalah, seperti radang gusi (gingivitis/ periodontitis), kerusakan gigi (karies) dan bau mulut (halitosis). Karang gigi juga merupakan masalah kosmetik karena membuat gigi berwarna kuning atau coklat. Karang gigi lebih berpori-pori daripada enamel sehingga mudah berubah warna. Jika Anda merokok atau sering minum kopi atau teh, gigi Anda yang terkena karang gigi akan berubah warna menjadi coklat atau hitam.

Pembersihan plak

Free Macro White Teeth With Dental Floss and Red Lipstick Creative Commonsphoto © 2007 D. Sharon Pruitt | more info (via: Wylio)Cara terbaik untuk menghilangkan plak adalah dengan menyikat gigi (terutama di malam hari dan pagi hari), dengan pembersihan interdental oleh benang gigi, tusuk gigi atau sikat antar gigi.
Plak gigi hampir tidak terlihat karena warnanya keputihan, sama dengan gigi. Plak dapat dibuat terlihat dengan cairan atau tablet pewarna khusus. Bahan-bahan itu dapat membantu Anda menemukan area yang perlu mendapatkan perhatian lebih saat membersihkan gigi. Pada anak-anak, pewarna itu berguna untuk memeriksa apakah mereka menyikat gigi dengan baik.
Ambillah satu tablet pewarna dan biarkan meleleh di lidah Anda. Gerakkan lidah Anda ke permukaan gigi-gigi Anda. Berkumurlah sampai air tidak lagi berwarna. Bagian di mana gigi Anda berubah warna adalah tempat plak. Berikan perhatian lebih ke tempat-tempat itu saat membersihkan gigi Anda.

Pembersihan karang gigi

Karang gigi yang telah terbentuk biasanya hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi. Dokter gigi akan menggunakan kombinasi air bertekanan tinggi dan alat pembersih untuk menghilangkan karang gigi tersebut. Dokter gigi menggunakan alat yang disebut scaler untuk membersihkan karang gigi secara manual atau elektronik. Jika karang gigi disertai penyakit gusi yang parah, pasien mungkin akan dirujuk dokter gigi ke spesialis periodontis untuk pembersihan dan perawatan lebih lanjut.

Jenis, Diagnosis dan Terapi Tumor Otak

Tumor otak adalah proliferasi dan pertumbuhan tak terkendali sel-sel di dalam dan di sekitar jaringan otak. Tumor otak mencakup sekitar 7-9% dari semua jenis kanker dan dapat terjadi pada semua usia. Pria lebih banyak terkena penyakit ini daripada wanita. Tumor otak dapat jinak atau ganas, primer atau sekunder.
Tumor jinak vs tumor ganas
WHO (World Health Organization) membedakan tumor otak antara jinak dan ganas dalam empat grade (tingkat). Grade 1-2 adalah tumor jinak yang tumbuh lambat, terlokalisasi, dan berprognosis menguntungkan dan grade 3-4 adalah tumor ganas yang berkembang pesat, menginvasi jaringan/struktur sekitar, dan berprognosis buruk. Penggolongan ini berperan penting dalam rencana perawatan yang dilakukan.
Tumor primer vs tumor sekunder
Tumor otak primer berasal dari dalam otak, sedangkan tumor sekunder adalah hasil penyebaran (metastasis) kanker di bagian lain tubuh, misalnya kanker payudara, kanker paru dan melanoma. Sekitar 20%-40% tumor otak berasal dari tempat lain dalam tubuh.
Positron emission tomography image of a human brainphoto © 2009 Blatant News | more info (via: Wylio)

Jenis-jenis

Tumor otak dinamai menurut jaringan otak yang terkena, antara lain:
  • Glioma: pada sel-sel glia atau neuroglia, tisu yang mengelilingi dan mendukung neuron atau sel-sel saraf otak. Glioma adalah yang paling umum, meliputi 50% tumor otak primer.
  • Astrocytoma: pada sel-sel neuroglia astrosit yang berbentuk bintang.
  • Ependymoma: pada ependyma atau membran epitel yang melapisi ventrikel otak dan kanal tulang belakang.
  • Glioma batang otak: pada bagian otak yang berisi medula oblongata, pons varolii, dan otak tengah,  bagian otak yang menghubungkan sumsum tulang belakang ke otak.
  • Medulloblastoma: pada otak kecil dan menyebar dengan cepat ke jaringan sekitarnya, terutama di cairan serebrospinal dan batang otak. Medulloblastoma adalah tumor ganas yang paling sering terjadi pada anak.
  • Meningioma: pada meninges atau membran otak dan sumsum tulang belakang. Meningioma biasanya jinak, tumbuh lambat sehingga sering terlambat terdeteksi.
  • Neurinoma: biasanya terjadi pada fosa posterior. Saraf kranial kedelapan, yang menyampaikan indera pendengaran dan keseimbangan paling sering terpengaruh. Neurinoma tidak membentuk metastasis.
  • Limfoma: pada limfosit (sel yang bertanggung jawab untuk pertahanan tubuh). Ini adalah tumor ganas, yang berasal dari jaringan limfoid. Tumor ini sering terjadi pada pasien dengan AIDS dan pasien imunosupresi.
  • Adenoma hipofisis: pada kelenjar hipofisis dan dasar otak. Ini adalah jenis tumor otak yang jinak.
Tumor otak pada anak
Tumor otak mencakup sekitar 20% dari seluruh kanker anak, dan memengaruhi 3 dari setiap 100.000 anak-anak. Kejadian tumor tertinggi sebelum usia 12 tahun. Bentuk paling umum tumor otak pada anak-anak adalah astrocytoma, medulloblastoma, ependymoma, dan glioma batang otak.

Penyebab

Penyebab pasti pembentukan tumor otak tidak diketahui. Diduga radiasi ionisasi dapat menyebabkan pertumbuhan tumor. Radiasi ionisasi adalah energi radiasi tinggi yang menyebabkan kerusakan pada molekul DNA, sehingga menyebabkan mutasi yang menyebabkan kanker.
Kebiasaan hidup berisiko, seperti merokok dan konsumsi alkohol, turut berperan. Faktor risiko lain adalah genetik dan hormonal, zat karsinogenik, virus onkogenik (virus tumor), dan zat kimia tertentu (pestisida, herbisida).

Gejala

Tumor otak menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat karena menyerang dan menghancurkan jaringan otak lainnya. Massa fisik tumor juga dapat menyebabkan efek sekunder, seperti:
  • Kompresi otak, saraf tengkorak dan pembuluh darah.
  • Cerebral edema atau pembengkakan akibat akumulasi cairan.
  • Peningkatan tekanan intrakranial (ICP)
Gejala tepatnya tergantung pada jenis, ukuran dan lokasi tumor, serta luasnya invasi. Tumor otak seringkali tetap tersembunyi untuk waktu yang lama karena hanya menyebabkan ketidaknyamanan kecil di awal. Tumor biasanya didiagnosis terlambat, karena gejalanya tidak spesifik dan ambigu, seperti gejala pertama dan paling umum yaitu sakit kepala.
Gejala khas yang mungkin mengindikasikan tumor otak adalah:
  • Sakit kepala, terutama pada malam dan pagi hari. Sakit kepala yang disebabkan tumor otak semakin parah dalam beberapa hari ke minggu dan obat analgesik biasa tidak mengurangi sakitnya.
  • Vertigo dan penglihatan kabur.
  • Mual dan muntah, biasanya di pagi hari. Ini sering menandakan tekanan intrakranial yang meningkat.
  • Kejang, kedutan pada anggota badan atau satu sisi tubuh
  • Masalah neurologis, kelumpuhan
  • Gangguan koordinasi, limbung dan pelupa
  • Perubahan kepribadian

Diagnosis

Selain wawancara (riwayat medis), teknik-teknik pemeriksaan berikut ini digunakan untuk mendiagnosis tumor otak:
  • Eksaminasi neurologis
  • Rontgen tengkorak dan angiografi serebral. Pembuluh darah diperiksa oleh rontgen setelah injeksi larutan yang membuat mereka terlihat.
  • Computed tomography (CT) scan atau magnetic resonance imaging (MRI).
  • Electroencephalogram (EEG). Tes ini mengukur aktivitas listrik otak. Tumor mungkin terlihat sebagai kelainan lokal.
  • Pemeriksaan cairan cerebrospinal. Pada tes ini, contoh cairan serebrospinal diambil dari tulang belakang. Tumor otak mengakibatkan tekanan yang meningkat, tingkat protein lebih tinggi, mengurangi kadar gula atau glukosa. Mungkin juga ada sel-sel tumor di cairan cerebrospinal.
  • Biopsi jaringan. Bila ada dugaan tumor ganas, sampel tumor diambil melalui operasi khusus. Ahli bedah dapat menargetkan lokasi tertentu, dipandu oleh CT scan atau MRI.

Terapi

Pengobatan tumor otak tergantung pada jenis, lokasi dan kepekaan terhadap radiasi dan agen kimia. Tujuan perawatan adalah menghilangkan tumor jika mungkin, atau jika tidak maka untuk menguranginya, meringankan gejala dan mencegah kerusakan otak lebih lanjut. Pilihan terapi tumor otak seperti halnya pada kanker jenis lain, yaitu operasi, kemoterapi, dan radioterapi.
Obat-obatan lain untuk mengontrol gejala termasuk obat untuk mengontrol edema otak atau akumulasi cairan, diuretik untuk mengurangi pembengkakan otak, analgesik untuk mengurangi rasa sakit, antasida untuk mengurangi stres ulkus dan antikonvulsan untuk mengurangi kejang.

Tips untuk Anda

  • Tidak ada tindakan spesifik yang dapat mencegah tumor otak. Kita harus melindungi diri dari paparan radiasi yang tidak perlu, terutama pada anak-anak. Penanganan dan kontak bahan kimia harus dihindari. Selain itu, gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol membatasi risiko penyakit.
  • Waspadalah bila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kepribadian tiba-tiba dan gejala abnormal seperti sering muntah dan sakit kepala yang semakin parah. Temanilah dia untuk mengunjungi dokter.

Benjolan di Payudara, Biasanya Bukan Kanker

Ketika melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), Anda mungkin merasakan benjolan atau perubahan tekstur di payudara Anda. Seperti umumnya perempuan lain, Anda mungkin menjadi cemas. Apakah kanker? Anda bertanya-tanya. Anda ingin segera menemui dokter untuk mengetahuinya. Untunglah, ada kabar baik bagi Anda. Sebagian besar benjolan di payudara bukanlah kanker. Sekitar 80% benjolan payudara disebabkan oleh salah satu kondisi berikut yang tidak berbahaya:

1. Kista payudara

breast cancer awareness monthphoto © 2010 kevin rawlings | more info (via: Wylio) Pada beberapa wanita, fluktuasi hormon selama siklus menstruasi dapat menciptakan kista payudara. Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang tidak berbahaya. Kantung ini tumbuh dan membesar di kelenjar susu dan jaringan sekitarnya. Ketika diraba, kista payudara terasa sebagai benjolan yang halus dan licin, seperti balon air. Selain berbentuk benjolan, kista juga dapat menimbulkan penebalan pada jaringan payudara.
Kista payudara biasanya tumbuh di kedua sisi payudara, yang dapat berubah-ubah ukuran dan kepadatannya selama siklus menstruasi Anda. Kista payudara dapat tunggal atau jamak (multipel), yang berada di dekat permukaan atau lebih dalam, di dekat dinding dada. Jika kista lebih dekat dengan permukaan, Anda lebih mudah menemukan dan membedakannya dari benjolan lain. Tetapi jika lebih dalam, Anda lebih sulit untuk dibedakannya dari benjolan payudara jenis lain, karena tersembunyi di balik lapisan jaringan payudara yang mungkin padat dan keras.
Kista payudara umumnya muncul pada wanita usia 30 sampai 50-an, tapi paling sering ditemukan pada wanita yang mendekati menopause. Wanita pasca menopause kurang cenderung memiliki kondisi ini.
Kista payudara tidak memerlukan pengobatan, tetapi dokter Anda dapat menyarankan tindakan medis untuk menghapusnya. Dokter dapat melakukan aspirasi jarum halus dengan jarum suntik. Prosedur ini menyedot cairan dari dalam kista sehingga membuatnya kempis.

3. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan pada payudara wanita. Bentuknya berupa benjolan padat, bulat, dan kenyal yang bergerak bebas pada payudara ketika didorong dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Fibroadenoma adalah hasil dari pertumbuhan berlebihan pada kelenjar penghasil susu (lobulus) dan jaringan payudara di sekitarnya.
Fibroadenoma paling sering ditemukan pada wanita usia antara 20 dan 30-an. Kecuali pada kasus yang jarang terjadi, tumor ini tidak berkembang menjadi kanker dan biasanya mengecil sendiri setelah menopause. Namun, seringkali sulit untuk memastikan bahwa sebuah benjolan adalah fibroadenoma, bukan kanker payudara. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalah mengambilnya atau melakukan biopsi terhadapnya.
Fibroadenoma yang berukuran besar bisa membuat tidak nyaman dan menimbulkan stres. Jika ketidaknyamanan sudah dirasakan sangat mengganggu, dokter mungkin memberikan kontrasepsi oral atau obat lain untuk mengurangi rasa sakit di sekitar waktu siklus haid.

4. Papiloma intraduktus

Papiloma intraduktus adalah benjolan kecil non-kanker di dalam saluran susu payudara (duktus laktiferus), yang biasanya tampak seperti bintil-bintil di sekitar puting susu. Bila berada di bawah puting susu, benjolan ini tidak selalu bisa dirasakan/diraba. Papiloma intraduktus dapat ditemukan pada kedua sisi payudara dan mungkin menyebabkan keluarnya cairan puting (nipple discharge). Karena keluarnya cairan puting adalah juga tanda kanker payudara, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri jika mengalami gejala tersebut.
Tumor jinak yang umumnya memengaruhi wanita usia 45 sampai 50 tahun ini tidak memerlukan pengobatan. Jika gejala tidak kunjung hilang atau mengganggu, dokter mungkin merekomendasikan untuk membuangnya, berikut jaringan duktus laktiferus yang terpengaruh.

5. Nekrosis lemak

Kondisi ini terjadi akibat trauma (cedera tiba-tiba) pada payudara, meskipun Anda mungkin tidak menyadari telah mengalaminya. Trauma tersebut menyebabkan terbentuknya gumpalan lemak mati tunggal yang tidak menyakitkan. Selain karena trauma, pembedahan dan radiasi di payudara juga dapat menyebabkan nekrosis lemak.

Makanan Berlemak di Masa Remaja, Kanker Payudara di Masa Dewasa

Jika Anda seorang gadis remaja, kurangilah makanan berlemak tinggi mulai sekarang juga, karena dapat membuka jalan bagi kanker payudara di masa mendatang, bahkan jika tidak membuat Anda gemuk atau kelebihan berat badan. Para ilmuwan Michigan State University (MSU) telah menemukan bahwa diet lemak selama pubertas meningkatkan risiko terkena kanker payudara semasa dewasa.
“Masa pubertas sangat penting, karena itulah masa ketika kerangka dasar dibuat untuk pengembangan kelenjar susu,” kata profesor fisiologi Sandra Haslam, direktur Pusat Kanker Payudara dan Riset Lingkungan MSU. Dia menambahkan, “Apa yang kita lihat dari penelitian pendahuluan pada hewan adalah bahwa diet tinggi lemak selama masa pubertas dapat memicu respon inflamasi yang dapat merangsang pertumbuhan kanker di masa dewasa.”
Dalam studi sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa hormon progesteron mengaktifkan gen-gen tertentu yang memicu respons peradangan di kelenjar susu. Proses ini dapat berperan penting dalam perkembangan kanker payudara. Dalam penelitian ini, diet tinggi lemak selama pubertas diketahui memiliki efek yang sama dengan progesteron, kata Sandra Haslam.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Sementara itu,  Anda para remaja putri sebaiknya memerhatikan hasil penelitian ini sangat serius. Anda tidak pernah terlalu muda untuk menjaga pola makan Anda agar tetap sehat dan seimbang. Kentang goreng, pizza, es krim, sosis, keju, sop sandung lamur dan sate kambing adalah makanan yang lezat, tetapi kurangilah porsi dan frekuensinya. Makanlah lebih banyak sayuran, buah-buahan, unggas dan ikan.

11 Faktor Risiko Kanker Payudara

Kanker payudara adalah kanker wanita paling umum nomor satu dan pembunuh nomor dua di Indonesia (setelah kanker leher rahim). Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Kementerian Kesehatan pada tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama jumlah pasien rawat inap kanker di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%).
Apakah Anda termasuk salah satu calon mangsanya?Boob Cakephoto © 2009 Amy | more info (via: Wylio)
Untuk mengetahuinya, ketahuilah faktor- faktor risiko mengembangkan kanker payudara berikut:

1. Umur

Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar wanita penderita kanker payudara berusia 50 tahun ke atas. Jika Anda mengalami menopause terlambat (setelah umur 55),  risiko Anda lebih besar lagi. Secara umum, risiko mencapai puncaknya pada usia lebih dari 60 tahun.

2. Riwayat kanker payudara

Jika Anda pernah memiliki kanker di salah satu payudara, Anda berisiko lebih tinggi bahwa payudara lainnya juga akan terkena.
Kalkulator Risiko Kanker Payudara
Bila Anda adalah wanita berusia 35 tahun atau lebih, silakan menilai risiko Anda terkena kanker payudara dengan Kalkulator Risiko Kanker Payudara.Bila Anda diketahui memiliki risiko sedang atau tinggi, mulailah menerapkan langkah-langkah pencegahan dan disiplin melakukan skrining berkala dengan SADARI dan mamografi.

3. Riwayat keluarga dengan kanker payudara

Jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan Anda memiliki kanker payudara (terutama sebelum usia 40), risiko Anda lebih tinggi. Risiko berlipat dua bila ada lebih dari satu anggota keluarga inti Anda yang terkena kanker payudara. Memiliki kerabat non-inti dengan kanker payudara (misalnya tante, nenek atau sepupu perempuan) juga meningkatkan risiko Anda.

4. Usia saat melahirkan anak pertama

Semakin tua Anda ketika memiliki anak pertama Anda, semakin besar risiko Anda terkena kanker payudara. Risiko juga meningkat jika Anda sudah berusia 30 tahun atau lebih dan belum pernah melahirkan anak.

5. Perubahan payudara

Perubahan payudara sering terjadi pada hampir semua wanita. Sebagian besar perubahan itu bukan kanker. Namun, beberapa perubahan mungkin adalah tanda-tanda kanker. Jika Anda memiliki perubahan jaringan payudara yang dikenal sebagai hiperplasia atipikal (sesuai hasil biopsi), Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

6. Usia saat menstruasi pertama

Jika Anda mulai menstruasi di usia dini (sebelum 12 tahun), Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

7. Terapi radiasi di dada

Jika Anda harus menjalani terapi radiasi di dada (termasuk payudara Anda) sebelum usia 30 tahun, Anda memiliki kenaikan risiko. Semakin muda Anda ketika menerima pengobatan radiasi, semakin tinggi risiko Anda terkena kanker payudara di kemudian hari.

8. Kepadatan tisu payudara

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita usia 45 tahun atau lebih yang memiliki minimal 75 persen jaringan padat pada mammogram memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Para ilmuwan belum tahu mengapa demikian.

9. Penggunaan hormon estrogen dan progestin

Jika Anda mendapatkan terapi penggantian hormon estrogen saja atau estrogen plus progestin selama lima tahun atau lebih setelah menopause, Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Selain risiko kanker payudara, estrogen plus progestin  juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, demensia dan pembekuan darah.

10. Obesitas setelah menopause

Jika Anda mengalami obesitas setelah menopause, Anda berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara dibandingkan dengan wanita berberat badan normal.

11. Aktivitas fisik

Sebuah penelitian terbaru dari Women’s Health Initiative menemukan bahwa aktivitas fisik pada wanita menopause yang berjalan sekitar 30 menit per hari dikaitkan dengan penurunan 20 persen risiko kanker payudara. Namun, pengurangan risiko terbesar di antara wanita yang berberat badan normal. Dampak aktivitas fisik tidak ditemukan di kalangan wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun, aktivitas fisik yang dikombinasi dengan diet dapat menurunkan berat badan sehingga pada akhirnya menurunkan juga risiko kanker payudara dan berbagai penyakit lain.
Selain kesebelas faktor di atas, merokok (pasif atau aktif) dan kebiasaan makan juga berdampak terhadap risiko mengembangkan kanker payudara.

4 Faktor Risiko Kanker

Kanker adalah penyakit yang semakin umum di era modern. Hal ini sebagian disebabkan oleh masa hidup yang lebih panjang. Usai harapan hidup rata-rata sebagian besar penduduk dunia meningkat di abad keduapuluh satu ini. Orang tua lebih berisiko terkena kanker, sehingga meningkatkan jumlah penderita kanker di kalangan penduduk. Selain itu, teknik medis telah berkembang sehingga berbagai jenis tumor semakin mudah terdeteksi. Di zaman dahulu kanker bukannya tidak ada, tetapi seringkali tidak diketahui karena belum majunya dunia kedokteran.Conquer Cancerphoto © 2010 Visual Artist Frank Bonilla | more info (via: Wylio)
Peningkatan jumlah penderita kanker juga merupakan hasil dari perubahan gaya hidup kita. Cara hidup masyarakat modern mengalami perubahan dramatis. Paparan radiasi dari layar komputer,telepon seluler dan televisi, polusi udara, zat-zat aditif makanan, residu pestisida, dan lainnya diduga berperan meningkatkan risiko kanker. Diet yang tidak seimbang dan penggunaan garam dan gula berlebihan juga turut berperan.
Kanker tidak hanya berjangkit di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang. Tidak ada negara di dunia ini yang benar-benar terhindar dari kanker. Namun, ada perbedaan pada jenis kankernya. Di Eropa dan AS, misalnya, kanker payudara, kanker prostat dan kanker kolerektal adalah yang paling umum. Di Indonesia, kanker paru-paru relatif lebih banyak pada kalangan pria karena meluasnya kebiasaan merokok. Pada wanita, kanker leher rahim relatif lebih banyak berjangkit karena kurangnya kesadaran dan upaya pencegahan atas virus HPV yang menjadi pencetusnya.
Apakah Kanker?
Kanker adalah kondisi di mana beberapa sel tubuh rusak dan tidak dapat diperbaiki oleh tubuh. Sel-sel itu kemudian tumbuh dan membelah secara abnormal dan keluar dari proses kendali normal tubuh. Sel-sel abnormal tersebut disebut sel kanker. Sel-sel kanker dapat tumbuh bersama sebagai massa yang disebut tumor yang menggantikan sel-sel normal dalam jaringan atau organ. Sel-sel kanker dapat mengganggu fungsi organ di mana mereka muncul, dan mereka juga dapat menyebar ke jaringan sekitarnya atau melalui aliran darah dan getah bening ke organ lain. Sel-sel kanker yang telah menyebar dari situs asli mereka ke organ lain disebut “metastasis.”

Siapa yang berisiko terkena kanker?

Kanker dapat menyerang semua lapisan masyarakat tidak peduli latar belakang dan status ekonominya. Namun, risiko terkena kanker lebih tinggi bila Anda:

1. Berusia di atas 55 tahun

Kanker adalah penyakit yang meningkat risikonya ketika Anda menua. Semakin lanjut usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena kanker. Pada anak-anak dan  remaja, kanker relatif jarang. Lebih dari setengah jenis kanker menyerang setelah usia enam puluh tahun. Alasan utama mengapa kanker baru muncul di usia tua adalah pertumbuhannya yang lambat. Perkembangan kanker kadang-kadang sangat lambat dan hanya dapat terdeteksi pada stadium lanjut. Kanker dapat berkembang bertahun-tahun tanpa Anda sadari.

2. Kelebihan berat badan (obesitas)

Bila BMI Anda adalah 30 atau lebih, Anda memiliki obesitas. Para ahli telah menyimpulkan bahwa kanker kolon, payudara, endometrium (lapisan rahim), ginjal, dan esofagus berhubungan dengan obesitas. Beberapa studi telah juga melaporkan hubungan antara obesitas dan kanker kandung empedu, ovarium, dan pankreas.
Mencegah kenaikan berat badan dapat mengurangi resiko kanker. Para ahli menyarankan Anda untuk memelihara kebiasaan makan yang sehat dan beraktivitas fisik pada awal kehidupan untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Mereka yang sudah kelebihan berat badan atau obesitas disarankan menghindari kenaikan berat badan tambahan, dan menurunkan berat badan melalui diet rendah kalori dan olahraga. Bahkan penurunan berat badan hanya 5-10 persen dari berat total dapat bermanfaat bagi kesehatan.

3. Merokok

Anda pasti sudah mengetahui bahwa merokok meningkatkan risiko kanker paru-paru. Hampir 90% kasus kematian akibat kanker paru-paru pada laki-laki dan 80% pada wanita disebabkan oleh merokok. Namun, perlu diketahui juga bahwa merokok dapat memicu perkembangan kanker lain, yaitu kanker rongga mulut, pangkal tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, lambung, ginjal, leher rahim, dan pankreas. Asap rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia. Lebih dari 40 di antaranya adalah zat  pemicu kanker (karsinogen).

4. Memiliki kecenderungan genetik terkena kanker

Pada sebagian besar pasien, penyebab kanker bersifat sporadis yaitu hasil akumulasi progresif mutasi genetik dan/atau perubahan epigenetik seumur hidup. Hal ini disebut mutasi somatik, yang hanya memengaruhi jaringan tertentu dan tidak diwariskan. Pada sebagian kecil lainnya, kanker disebabkan oleh cacat gen warisan. Beberapa orang dilahirkan dengan mutasi gen yang diwariskan dari ibu atau ayah mereka. Gen cacat yang umumnya adalah gen supresor tumor ini membuat mereka rentan terkena kanker.
Penderita kanker warisan seringkali mendapatkan kanker pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan populasi umum dan berpeluang 50% mewariskan kerentanannya ke anak keturunannya.

Selasa, 12 Juli 2011

Herbal Remedies for Depression and Anxiety

stres, pusing, depresi, cara mengatasi stres, stress, dizziness, depression, how to cope with stressStress is astate of soul of the most popular in this century. Try to recall how many people you meet say they are experiencing stress or probably you're experiencing?
Stress is not a disease, but if you can not handle it in a certain time, you will be exposed to many health problems.

Previously I would say a few key things that can cause stress in the workplace:

Friends of work that has always bothered
  1. Lack of planning work
  2. The working conditions are always under pressure
  3. Unclear tasks assigned
  4. A very high demand items
  5. The existence of threat among employees
  6. Shouts and curses of the consumer
  7. Physical discomfort, such as a noisy engine sound, etc. less ventilation.
  8. And worst of all, the lack of improvement to overcome the problems above.

These things can cause physical and mental health disorders such as depression, anxiety, nervous, unable to focus for long periods and prolonged fatigue.
If there are things above that you feel .... hmmm, I think you should immediately change your daily activities both at work and in your life as a whole.

Here are 9 tips to overcome stress in the workplace:

  1. Plan your activities well: what, why, how, when and who is responsible for these tasks. It is important to plan not only long term but also short-term (monthly plans, daily plans).
  2. Surely you in the past have had problems in the workplace. Try to remember again is there any ways that you can use to solve problems you face today.
  3. Come build a pleasant working climate, that is by being open and communicating with fellow colleagues.
  4. Make sure you understand the duties and responsibilities towards you, and do not hesitate to ask.
  5. Do this several times a break for a few minutes while you work. Relax and DO NOT DO ANY. Take a deep breath.
  6. Have the attitude of tolerance towards fellow colleagues. Remember that each person is unique, for example: some people actually perform better under pressure while others require more time to finish the job.
  7. Delegate some of your responsibilities to your subordinates.
  8. Keep your team spirit, for example by conducting small celebrations, sports or recreation together.
  9. Provide a good working environment. Minimize distractions such as noise, ventilation, light and temperature.

Besides the stress in the workplace, in life in general we can experience stress for several reasons.

Here are 8 tips to overcome stress in life:


  1. Do pemijitan body (body massage), because pemijitan great for relaxation and blood pressure penormalan. After pemijitan, you will experience improved sleep quality which of course would be better to restore your fatigue.
  2. Exercising regularly is very important in combating stress. Exercising will mobilize our muscles, speeding the flow of blood and open up the lungs for more oxygen mangambil. The impact you will get a more restful sleep and better health.
  3. Do your hobbies, like fishing, hiking or whatever you like. You can also have an adventure you've never experienced before such as rafting suppose.
  4. Doing activities like this can eliminate the thoughts that cause stress.
  5. Many of the assumption that beer, wine or whiskey can relieve stress. In fact, water was the one who can relieve stress. Research shows that drinking a glass or two glasses of wine can indeed cause us to relax the time, but the after effects of alcohol disappear, stress is likely to wake you up at night. With plenty of drinking water will help restore our bodies from lack of fluids, because the lack of fluids can cause fatigue.
  6. Meditate. Health experts say that a very powerful tool in overcoming stress is meditation. Meditation helps cleanse our mind and improve concentration. It has been proven that meditation for 15 minutes with us to rest for 1 hour. Even if you only do meditation for 2 minutes, it will be quite helpful. Meditation will help you forget the things that can cause stress.
  7. When a person experiences stress, a natural reaction if the person then take it out by eating lots of food. You should know that eating foods containing high carbohydrates can increase insulin levels in the body, where the insulin can make the body become tired quickly and you become a bad mood.
  8. Sex is a very good healing to relieve stress. Many doctors say that sex is a remarkable way in reducing anger and stress.
  9. If the body is tired, not easy for us in controlling stress. Not enough sleep will affect our whole day, and usually we have a bad day because of lack of sleep cause we can not concentrate and see a problem worse than it should. Sleep is good for adults is 7 hours a day.

You can also read my previous articles: 9 Tips To Live Happier

Know that every person has the tendency to experience stress in different ways. Actually controlling the stress is not as difficult as dipikikan, is just a matter of how we see things from different angles. Read and follow these tips or techniques to control stress also will help us greatly.